Apa urgensi bus wisata di tengah kemacetan ibu kota?

No Comments

Apa urgensi bus wisata di tengah kemacetan ibu kota?

Mengkritisi sebuah kebijakan atau acara dari penyelenggara pemerintahan yg sedang diidolakan publik benar-benar bukan yakni pilihan yg cocok, dikarenakan ada mungkin saja malah kita yg dipersalahkan terutama oleh para rekanan atau bahkan kader partai si penyelenggara. Elemen itulah yg tengah aku rasakan, diwaktu mau mengkritisi kebijakan yg ditelurkan oleh jokowi-ahok, kekhawatiran itu muncul dgn sendirinya. Bukan tidak dengan lantaran elemen itu berlangsung lantaran yang merupakan fasilitas� darling”, jokowi-ahok memperoleh penambahan kapabilitas atau semacam imunitas buat menghalau kritik, sekalipun yg bersifat konstruktif. Dapat namun juga sebagai warga yg cerdas, kita mesti memberikan satu buah kritikan pada kebijakan publik yg menurut pernyataan kita kurang cocok dalam perencanaan ataupun penerapannya. Pastinya kritikan mesti diutarakan dengan cara objektif & tujuannya yaitu membangun.

Sejak hri senin (24/2) tempo hari, sewa bus pariwisata bertingkat wisata jakarta city tour sudah resmi dioperasikan. Bus yg melayani jalur dari bundaran hi-gedung kesenian-istiqlal-istana-monas ini yakni salah satu acara yg dijanjikan oleh jokowi dgn maksud buat memfasilitasi warga yg berkeinginan buat berwisata di jakarta. Dapat namun, dalam benak aku muncul satu buah pertanyaan skala prioritas yg dengan cara apa yg dipakai jokowi pada acara bus wisata tersebut mengingat dua permasalahan pokok yg selalu menghantui ibukota, yaitu banjir & kemacetan sampai saat ini belum ada pencegahan & penanganan yg serius dari pemprov dki di bawah kepemimpinan jokowi-ahok.

Tidak cuma itu dalam factor perencanaan & pemakaian budget, acara bus wisata tersebut benar benar tak efisien. Betapa tak, bus yg dalam pengoperasiannya bersifat cuma-cuma atau “non-profit” itu benar benar tak cocok apabila di bandingkan dgn maksud operasinya yg cuma buat kebutuhan wisata. Terkait dgn jadwal perjalanan bus ini yg dapat beroperasi sejak mulai pukul 09.00 sampai 21.00 tiap-tiap hri, aku teramat tak percaya bus ini bakal mencapai kegunaan & maksud wisatanya. Lantaran seperti kita ketahui dengan, hri senin-kamis merupakan hri sibuk & hri di mana nyaris seluruhnya orang melakukan kegiatan formal dgn bertindak, sekolah atau kuliah.

Menurut kepala lembaga pariwisata & kebudayaan dki jakarta arie budhiman, buat mengoperasikan & merawat bus wisata ini pemprov dki menganggarkan dana se gede 4,5 m. Anggaran tersebut aku pikir dapat tetap membengkak sebab moda transportasi ini sama sekali tak dapat menerima pemasukan sebab sifatnya yg cuma-cuma atau cuma-cuma. Sedangkan buat awak sewa bus pariwisata & pemandu wisata, disparbud dki bertindak sama bersama himpunan pramuwisata & komune historia. Satu bus bakal dikemudikan dua orang dengan cara bergantian dalam sehari & dua pengemudi lain ialah pengemudi cadangan. Pramudi yg direkrut pula bakal mendapati pendapatan sampai 3,5 kali ump dki 2014. Seperti kita ketahui dengan, besaran ump dki th 2014 mencapai rupiah. 2.441.301,-. Dgn kata lain, pramudi bus wisata dapat menerima rupiah. 8.544.553,- per bulannya. Angka yg menakjubkan bukan?!

Semestinya jokowi-ahok memakai skala prioritas yg rasional bersama menyusun program-program yg memenuhi unsur efektifitas & efisiensi maka dua permasalah pokok ibu kota bisa teratasi. Bukankah mengatasi banjir & tertunda dalam dikala segera yakni salah satu janji jokowi-ahok selama kampanye lalu? Waktu ini telah nyaris berlangsung dua th belum ada perubahan terkait ke-2 permasalahan tersebut. Membawa hikmah dari factor itu, aku mau berpesan pada siapapun yg bakal maju sbg cagub atau capres buat menghindari sifat gegabah dgn tak mengobral janji-janji selama kampanye, lebih-lebih janji yg muluk-muluk seperti sanggup mengatasi banjir & terhenti cuma dalam diwaktu beberapa bln saja. Kalau janji tersebut tak bisa direalisasikan, maka warga yg pilih tentu bakal kecewa & kedepan kapabilitasnya dapat diragukan.

Categories: blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *